Produksi Benih Sumber Padi Speklok: Fokus Pemeliharaan Tanaman dan Pengendalian OPT
Selama periode 16–21 Juni 2026, kegiatan produksi benih sumber padi spesifik lokasi berlangsung intensif melalui serangkaian pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT), pemupukan, roguing, hingga pengamatan pertumbuhan di berbagai blok dan varietas.
Kegiatan diawali dengan pemupukan pada lahan varietas Inpago 12 (SS) dan Rindang 1 (SS) untuk mendukung pertumbuhan tanaman menggunakan kombinasi pupuk NPK Phonska dan urea. Selain itu, pengendalian serta pencegahan OPT dilakukan pada beberapa varietas seperti Inpari 32 HDB (FS), Logawa (SS), Inpari 50 Marem (SS), hingga Inpara 11 Siam Hizinc dan Cakrabuana (SS) melalui aplikasi pestisida, fungisida, pupuk cair, serta bahan pendukung sesuai kebutuhan lapangan.
Memasuki pertengahan minggu, kegiatan difokuskan pada perlindungan tanaman melalui penyemprotan terpadu dan pemupukan tambahan, termasuk aplikasi KCl pada varietas Inpari 32 HDB. Tim juga melaksanakan roguing atau seleksi tanaman tidak sesuai varietas pada beberapa petak benih untuk menjaga kemurnian genetik dan mutu benih yang dihasilkan.
Kegiatan pemeliharaan berlanjut dengan penyiangan gulma, pengamatan kondisi tanaman, serta pemantauan fase pertumbuhan. Hasil pengamatan menunjukkan beberapa varietas telah memasuki fase generatif, seperti Inpari 32 yang telah mencapai sekitar 80 persen keluar malai, sementara varietas Rindang 1, Logawa, dan Inpari 50 berada pada fase bunting. Varietas Inpago 12 juga mulai menunjukkan perkembangan dengan munculnya malai secara bertahap.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga produktivitas, kesehatan tanaman, dan mutu produksi benih sumber padi spesifik lokasi sehingga benih yang dihasilkan tetap memenuhi standar kualitas serta siap mendukung pengembangan pertanian di wilayah Riau khususnya.